Grafik 4

Grafik 4.1 menunjukkan bahwa kadar lipid Tetraselmis chuii meningkat hingga penambahan MgSO4.7H2O 6 gram. Akan tetapi pada saat MgSO4.7H2O ditambahkan menjadi 8 gram, terjadi penurunan terhadap persentase lipidnya. Hal ini menunjukkan bahwa MgSO4.7H2O mempengaruhi kadar lipid mikroalga.

Marschner (1995) dalam El-Mewally dkk (2010) menyatakan bahwa magnesium memiliki peranan fisiologis dan molekul utama dalam tanaman, seperti menjadi komponen utama pada molekul klorofil, sebagai kofaktor pada berbagai jenis proses defosforilasi, dan hidrolisis pada berbagai senyawa, serta sebagai penstabil struktur berbagai nukleotida. Sedikitnya 15-30% dari total magnesium dalam tanaman bergabung dengan molekul klorofil.

Kadar lipid yang tinggi pada mikroaga biasanya diperoleh pada kondisi stress yang terjadi bersamaan dengan penurunan laju perkembangbiakan sel, umumnya hal itu terjadi pada fasa stasioner (Lubian et al., 2000).

Best services for writing your paper according to Trustpilot

Premium Partner
From $18.00 per page
4,8 / 5
4,80
Writers Experience
4,80
Delivery
4,90
Support
4,70
Price
Recommended Service
From $13.90 per page
4,6 / 5
4,70
Writers Experience
4,70
Delivery
4,60
Support
4,60
Price
From $20.00 per page
4,5 / 5
4,80
Writers Experience
4,50
Delivery
4,40
Support
4,10
Price
* All Partners were chosen among 50+ writing services by our Customer Satisfaction Team

Kadar lipid pada penelitian ini lebih tinggi dibandingkan hasil penelitian sebelumnya yang hanya mencapai 8,53% dengan penambahan Mg sebanyak 2 gram (Kurniasih, 2014). Semakin banyak Mg yang ditambahkan maka kadar lipid yang diperoleh semakin meningkat. Namun, dalam penelitian ini pada saat penambahan Mg 8 gram kadar lipid yang dihasilkan menurun, hal ini disebabkan karena konsentrasi Mg sudah melewati ambang batas yang dapat diserap oleh mikroalga Tetraselmis chuii. Menurut Richmond (2003), penambahan nutrisi berlebih tidak memberikan efek positif terhadap pertumbuhan melainkan dapat menyebabkan pertumbuhan menurun.